Pages

Ads 468x60px

Jumat, 11 November 2016

Bingung Memilih Jurusan Kuliah? Berikut, 7 Langkah Menentukan Jurusan Kuliah


Halo kalian anak kelas 12! Bentar lagi sudah mau lulus yaa? Sudah tau mau lanjut bagaimana? Bingung milih jurusan? Atau lagi gelisah karena dipaksa orang tua masuk jurusan tertentu? Tenang itu hal yang wajar dialami. So.. tinggal cara kita, bagaimana menghadapinya. Bisa dengan tenang, norak, ribet atau cara lain. Kalau kalian bilang, 
“kan kita yang menjalani jurusannya. Kenapa sih orang tua ikut-ikut?” Maka, kalian harus siap juga dong kalau ortu kalian bilang, “oiya kok nak, kamu dah gede dah bisa mikir sendiri dan pasti dah bisa cari uang sendiri”
Wajar buat orang tua mengarahkan anaknya. Tapi, orang tua JANGAN MEMAKSA! Yap, kalian sebagai siswa yang kritis harus minta alasan ortu kalian. Kenapa menyuruh kalian seperti kehendaknya atau melarang keinginanmu yang sudah bulat. Dan kalian gak boleh ngeyel. Jangan semaunya sendiri. Jadi caranya kalian harus meyakinkan hati dan pikiran kalian pribadi sekaligus ortu kalian. Mungkin bagi yang sudah dijodohin, tambah restu dari mertua kamu. haha

Dan biasanya tren yang lagi booming akhir-akhir ini adalah Lintas Jurusan. Yapp biasanya anak IPA nihh yang sudah gak kuat dengan rumus-rumus dari fisika, kimia, dan matematika IPA. Begitupun penulis, juga merupakan anak yang murtad dari IPA hehe.
Kenapa lintas jurusan? Bukannya prospeknya lebih baik rumpun IPA? Lebih bergengsi lagi. Menurutku, itu hanya soal sudut pandang aja. Aku anak IPA. But, I’m not proud of it. Soal prospek kerja, hmmm… sama aja sih. Sebaiknya kita fokus ke nentuin jurusannya. Penulis akan mencoba memberikan saran kepada adik-adik atau temen-temen yang belum punya bayangan sama sekali.  Ini beberapa saran dari penulis yang pernah ngalamin susahnya memilih jurusan perkuliahan.

1. Cari Tau Macam-Macam Jurusan


Kalian bisa cari di internet, buku, dan tanya pada guru BP/BK kalian. Ada berbagai sumber yang menjelaskan tentang daftar jurusan di Indonesia. Kalau lebih aman biasanya mendekati SNMPTN lebih disarankan ke BK (Bimbingakn Konseling). Karena disitu akan terjalin komunikasi dua arah. Jadi kalian gak cuma mencari, namun dapat diberi arahan. Selain itu bagi yang masih bingung dan gak tau sama sekali, BK adalah tempat yang cocok untuk kalian. Tapi semisal dari guru BK kalian belum puas, bisa kalian cari bimbel atau orang yang paham. 

2. Lihat Lebih Detail Tentang Jurusan
Cari lebih lanjut ! Jangan cuma nama jurusannya melainkan jugak prospek, hal yang dipelajari, universitas yang membuka jurusan, tingkat persaingan, dll. Kalian harus paham betul agar kedepannya tidak ada kata “MENYESAL” atau “SALAH JURUSAN”. Sebaiknya kalian pertimbangkan mata kuliahnya juga. Karena bisa saja niat kamu menghindari pelajaran tertentu, eh malah dapat yang lebih dari yang kalian bayangkan.

3. Pilih dengan Tepat
Dari berbagai pilihan dan masukan. Pilih beberapa untuk menjadi prioritasmu kedepan. Pastikan sesuai minat dan kemampuanmu! Misal kamu, minat dengakn hal-hal yang berbau internasional dan kamu pandai dalam speaking, penulisan dalam Bahasa asing. Jurusan Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Asing bisa jadi pilihanmu. Atau kamu yang jago di Fisika dan suka dengan bangun membangun, konstruksi, dan pengelolaan daerah . Jurusan seperti Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Planologi/PWK bisa menjadi pilihan kedepan.

4. Pilih  Perguruan Tingginya
Nah, kalau sudah tau jurusannya sekarang pilih tempat mu melanjutkan studi nantinya. Yang penting menurut penulis lebih ke JURUSAN nya. Karena kalau kalian hanya mengejar nama Universitasnya sama aja kalian hanya mengejar GENGSI bukan ILMU dan PENGALAMANNYA. Kalau memang ingin di Universitas tertentu, maka sesuaikan juga pada jurusannya jangan asal pilih. Kalau kalian asal pilih jurusan, efeknya kalian tidak bisa mengikuti, kesusahan, mengulang, stress, tidak lulus2, DO. Kalau sudah di-DO masih bisa banggain Universitasmu yang keren?
Beda cerita kalau kamu pilih jurusan tepat namun di Universitas ‘ke-2nya’. Misal berada di daerah lain atau peringkat dibawahnya. Tapi hal-hal itu menjadi masalah umum dan mudah dilewati. Biasanya kalau sudah lebih dari 2-3 bulan sudah mulai nyaman kok. Malahan gak mau balik ke rumah. hehe

5. Siapkan Alternatif
Tapi kalian harus tau dan setuju bahwa semua BELUM TENTU sesuai rencana. Oleh karenanya, kalian harus siap dengan pilihan lain. Yang tetap kalian minati atau dengan kata lain merupakan pilihan yang levelnya dibawah pilihan utama. Bisa beda universitasnya ke lebih ringan persaingannya ataupun jurusannya namun tetap yang penting sesuai minat dan kemampuan.
 Contoh : “aku ingin ke SBM-ITB tapi saingannya temenku yang juara olimpiade, kalau gitu aku ke Manajemen-UNDIP. Denger-denger banyak kakak kelas yang diterima disitu dan berprestasi”. 
Yang perlu digaris bawahi, kalian harus siap dengan hal yang sesungguhnya akan terjadi! Ada kalanya kamu gak terpaku pada satu pilihan, karena masih banyak pilihan lain yang bisa saja lebih  menguntungkan. Tapi jika kamu orang yang berani mengambil risiko atau malah orang nekat maka ada satu kata untukmu, yaitu SEMANGAT ! Kamu orang yang luar biasa. hehe

6. Yakinkan Ortu dan Orang Sekitar
Dan setelah punya pilihan, maka ini langkah bagi beberapa anak cukup sulit dilewati. Negosiasi dengan ortumu. Bagi kalian yang punya ortu yang bisa mengerti dan tidak ngotot pasti lebih mudah. Tapi ada juga ortu yang melihat jurusan hanya karena gengsi, mendengar kata orang, dan ikut-ikutan.

“kamu besok kuliah ambil Hukum aja ya, bapakmu kan hakim. Gak usah ambil keguruan. Gengsi lah, gaji guru dibanding hakim terpaut jauh. 
“Liat mas A, sekarang di kedokteran. Kamu bener mau masuk DKV. Gak malu? Apa malah sengaja bikin malu keluarga?” 
Nah barusan itu contoh ucapan ortu yang kurang edukasi. Tugas kalian apa?Menjelaskan. Kalian kalau sudah yakin dan paham maka gak ada kesulitan untuk menjelaskan ke mereka. Kalian bisa memberikan contoh baik dari jurusanmu atau contoh yang berlawanan dari yang dibanggakkan ortumu. Intinya, kita disini menekankan bahwa jurusan dan pekerjaan punya plus minus, orang itu beda-beda, jalannya pun masing-masing. Yang penting kita cocok dan mampu menguasainya. Kalau kamu menjelaskan dengan cerdas. Ortumu pasti yakin kalau kamu sudah paham betul dan pasti siap mendukung kemauan anaknya.

7. Berdoa
Terakhir dan terpenting. Restu teman, guru, ortu sudah dapat. Tapi kalian gak pernah minta restu dan doa dari sang pencipta, maka jangan harap itu akan mudah. Banyak orang yang pintar dan diyakini masuk dengan mudah, tapi dia lupa dan gak pernah mau untuk beribadah dan hasilnya? GAGAL. Berbeda dengan orang yang nilainya pas-pasan. Berangkat dengan badan sehat pulang dengan kepala yang berat, karena pusing. 


Namun dia orang yang rajin beribadah, meminta restu, dan selalu berdoa kepada Tuhannya. Dia sadar akan kemampuan dan meminta tolong sepenuhnya kepada Tuhan. Menurutmu mana yang lebih pantas di mata Tuhan? Jadi, jangan sombong dulu kalau punya nilai Matematika 11. Nilai dari tuhan gak bisa dihitung kok kawan.

Terimakasih, itu tadi sebagian pengalaman dan saran dari penulis. Semoga bermanfaat. Sukses seleksi-seleksinya..









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Blogger Templates